Saturday, November 21, 2009

PKK (opera van java: Pasukan Kasak Kusuk?)

Tayangan paling menarik yang pasti diminati dan diperhatikan para koruptor sebagai studi kasus dan studi banding pada akhir ini lumayan ramai. Dan yang paling hebat, semua tayangan benar2 dikejar deadline.

Semuanya berawal dari komunikasi janji pemimpin negeri ini. Mulai dari pengumuman adipati2 republik ini, pembentukan tim 8, sampai dengan janji berikutnya sd tanggal 23-Nov nanti.

Jangan dipaksa, katanya. Lah wong yang maksa siapa? Yang bikin janji siapa?

Petinggi2 itu benar sudah keterlaluan. Kalau saja negara ini kita persempit menjadi sebuah keluarga. Bagaimana anak2nya tidak melakukan cara2 singkat agar dapat cepat kaya kalau sang bapak dengan kekuasaan dan kemakmuran yang dimiliki memberikan contoh yang salah. Lah wong jenderal saja mobil dan rumahnya banyak masa kolonel nggak boleh punya.

Kesenjangan kesejahteraan bangsa ini dengan sengaja dibuat oleh aktor2 politik penguasa republik ini. Lalu mengharapkan agar kesejahteraan dan kemakmuran terjadi juga di pelosok desa?

Cobalah sesekali datang tanpa jadwal protokoler, rombongan, armada kendaraan, dan gangguan lainnya ke desa terpencil di Sumatera Selatan atau Jawa Timur sana. Bawalah kesiapan untuk mendengar dan bersama memberikan pencerahan agar kemajuan bisa dirasakan bersama. Dan jangan juga terus dilupakan. Sudah berapa banyak proyek digelontorkan tapi tidak pernah diteruskan dan tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Mana pendidikan, mana panganan, mana perumahan untuk rakyat?

Jembatan Selat Sunda? Proyek Pembangkit Listrik 10000 MW jilid ke-2? Rakyat masih miskin bung. Jangan hambur2kan uang. Ferry yang ada aja belum maksimum. Lihat contoh negara2 Skandinavia, mereka terpisah tapi bersatu untuk urusan transportasi. Masih nggak ingat motto nenek moyang kita? Laut itu alat pemersatu bangsa, bukan pemisah!

Terus masih mau bikin pembangkit buatan China? Yang dijilid ke-1 pun masih banyak yang belum jalan dan nggak ketahuan juntrungan rentability-nya? Masih nggak sadar kalau kita mesti perhatikan efek rumah kaca, lingkungan, polusi, dlsb. Memangnya pembangkit murah aman lingkungan?

He he he, moga2 gua salah. Dan moga2 gua nggak tetep golput 4 tahun lagi.

No comments: