GUE GOLPUT
mereka tetap korupsi, rakyat miskin tetap bertambah, kedisplinan makin hilang, kekerasan masih tetap saja membahana, kesadaran kerakyatan makin menipis... milyaran hingga triliunan dihamburkan untuk bendera, kaos, pamflet, spanduk, pengeras suara... untuk mengotori ruang publik, menutupi hati kecil rakyat, memberi sampah baru untuk masyarakat. dan akhirnya lagi-lagi, masyarakat juga yang bersuka rela untuk membersihkannya. Sampai kapan kita harus menjadi bangsa yang bodoh?
Sunday, January 13, 2013
Saturday, December 29, 2012
2013 Outlook
Not sure what will be the new case in Q1-2013 that KPK will bring against this state budget spending/absorption... another Hambalang, Century, etc. But someone is for sure laughing at us, loud during New Year eve out there in extravagance vacation.
2013 is a promising year where everyone paved their milestone in 2012, business and politics. Everyone has their own contribution: ordinary Indonesian people, workers, politicians, businessmen, etc. and plans.
Property, commodity, retails, election, corruption, etc. blend driven by semi auto econo pilot by business communities. Birocrates and technocrates melted running out of opinion swallowed by practicals.
Hhhhmmmm luckily guegolput.
Wednesday, February 22, 2012
Faisal Biem for DKI #1
Saturday, April 23, 2011
DPR Bawa Golok
Tidak memilih mereka pada Pemilu yad tidaklah cukup. Mereka harus segera diturunkan dan keluar dari DPR...!
Sebelumnya, berbekal draf RUU Fakir Miskin yang masih setengah jadi, rombongan komisi VIII DPR bertolak ke Australia dan China. Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro bertolak ke Australia dan China pada hari Minggu (17/4). Rombongan akan melakukan tour ke dua negara tersebut hingga 24 April 2011.
Tidak ketinggalan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR pun ikut melawat ke Amerika Serikat dan Inggris. Kunjungan ke Amerika dan Inggris yang dilakukan BURT DPR dijadwalkan di awal bulan Mei 2011.
Komisi I DPR juga melakukan kunjungan ke Amerika Serikat 1-7 Mei 2011 dengan menghabiskan anggaran Rp 1.405.548.500.
Mau lihat kelakuan mereka sebelumnya? Lihat di http://www.kaskus.us/showthread.php?p=376737875
Saturday, November 21, 2009
PKK (opera van java: Pasukan Kasak Kusuk?)
Friday, March 13, 2009
GUS DUR: Jangan Pilih PKB!
"Sebarkan kepada anak, menantu, atau orang tua bapak-ibu untuk prei dulu nyoblos (memilih) PKB pada Pemilu sekarang. Dulu, Gus Dur sangat membela dan mendengarkan keluhan rakyat. Sekarang saatnya gantian kita membela Gus Dur," ujar Yenny dalam orasinya pada deklarasi Gatara Indonesia wilayah Jawa Barat, di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (1/3).
Pada kesempatan itu, Yenny mengimbau kader PKB yang setia kepada Abdurrahman Wahid atau Gusdur, tidak memilih PKB pada Pemilu 2009. Sebab, mengacu pada konflik internal partai, PKB pimpinan Muhaimin Iskandar dianggap telah menggusur Gus Dur dari rumahnya.
Yenny menjelaskan, karena pengikut Gus Dur diarahkan tidak memilih PKB, maka suara PKB Gus Dur diperbolehkan memilih partai-partai lain. Opsinya ada dua, golput atau memilih partai lain. Adapun partainya, diserahkan masing-masing kader atau mengikuti rencana koalisi PKB Gus Dur di tiap kabupaten/kota.
"Suaranya diarahkan ke partai lain, bergantung koalisi lokal di masing-masing daerah. Tidak ada koalisi nasional. Bisa dengan PDI-P, PPP, atau dengan Gerindra. Yang penting tidak nyoblos PKB," tambah Yenny.
Wednesday, October 8, 2008
Conditional Election - jawabannya IYA!!!
Ekonomi Amerika Serikat menjalani ekspansi terpanjang pada era Presiden Bill Clinton (1992-2000). Ia mewarisi surplus perdagangan 237 miliar dollar AS (2000) dan membuka 22 juta lowongan kerja.
Pengangguran mencapai tingkat terendah dalam 30 tahun, dari 6,9 persen (1993) ke 4 persen (2000). Tingkat inflasi juga berada di tingkat terendah sejak era Presiden John F Kennedy, yakni rata-rata 2,5 persen.
Pertumbuhan rata-rata 4 persen per tahun selama 116 bulan—tertinggi dalam sejarah. Jumlah orang miskin berkurang 7 juta dari 15,1 persen (1993) ke 11,8 persen (2000), pertama kalinya terjadi dalam 30 tahun.
AS pengutang terbesar di dunia yang di awal masa Clinton berjumlah 5,3 triliun dollar AS. Pada akhir masa jabatan ia menurunkannya 0,2 persen dari 5,769 ke 5,638 triliun dollar AS.
Ekspansi yang menyejahterakan 100 juta kelas menengah itu menguap setelah George W Bush terpilih tahun 2000. Selama 8 tahun Bush menggandakan jumlah utang menembus 10 triliun dollar AS per 30 September 2008.
Jumlah 10 triliun dollar AS itu 69 persen dari produk domestik bruto (PDB), angka yang tertinggi sejak 1955. Penyebab kenaikan itu adalah, pertama, tabiat Bush yang gemar mengurangi pajak bagi kelompok kaya.
Kedua, utang akibat invasi ke Irak yang telah menghabiskan 600 miliar dollar AS. Dan, ketiga, Bush gagal mengawasi ketat praktik bisnis kongkalikong dan patgulipat para eksekutif Wall Street.
Contohnya Enron yang bangkrut dan memperoleh perlakuan istimewa digelontori dana talangan dari pemerintah. Ternyata, Enron menerapkan praktik bisnis ilegal—termasuk menyuap orang-orang Bush dan melakukan insider trading.
Seperti Bush, capres dari Partai Republik, John McCain, sami mawon. Ia mendukung kebijakan Bush memberikan potongan pajak bagi kalangan kaya.
McCain sejak awal mendukung pemborosan anggaran untuk mengobrak-abrik Irak. McCain pun, yang tak punya resep jitu mengawasi Wall Street, gagal memprediksi terjadinya krismon.
Ibarat sepak bola, McCain melakukan ”bunuh diri” pada 15 September lalu dengan mengatakan ”ekonomi AS secara fundamental bagus”. Pada hari yang sama, Lehman Brothers dinyatakan bangkrut.
Capres Barack Obama benar mengatakan McCain out of touch dengan kelas menengah. Maklum, McCain punya sembilan rumah/apartemen dan beristrikan pewaris pabrik bir raksasa, Miller.
Berbeda dengan Obama yang ibunya sempat nganggur hingga terpaksa ikut antrean kupon makanan gratis jatah dari pemerintah. Berbeda dengan McCain, Obama tanggap mengantisipasi krismon.
Tanggal 22 Maret 2007 ia menyurati Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke dan Menkeu Henry Paulson. ”Saya minta Anda segera mengadakan KTT kepemilikan rumah dengan bank, investor, lembaga pemberi kredit, pelindung konsumen...,” kata Obama memperingatkan.
Andai Bernanke dan Paulson menanggapi peringatan Obama, krismon tak mustahil terhindari. Pemicu krismon sudah jelas, yakni foreclosure (rakyat tak mampu bayar cicilan utang rumah).
Foreclosure yang mulai menggejala hampir dua tahun lalu disebabkan kegagalan Bush melanjutkan ekspansi ekonomi Clinton. Jika diindonesiakan, gelar MBA yang dipunyai Bush lebih pantas disebut ”mémblé ajé”....
Misalnya, inflasi beberapa tahun terakhir ini mencapai rata-rata 5,4 persen; Clinton rata-rata 2,5 persen. Tingkat pengangguran per Agustus 6,1 persen dan diperkirakan melonjak sampai 7 persen di akhir 2008.
Sejak Januari, PHK rata-rata 76.000 per bulan. Padahal, angkatan baru yang butuh pekerjaan mencapai 100.000 per bulan—akibatnya terjadi minus 176.000 lowongan.
Selama 2008 ini total sudah 650.000 karyawan terkena PHK. Sampai Agustus jumlah penganggur 9,4 juta orang, naik dari 7,1 juta orang pada bulan yang sama tahun lalu.
Celakanya, ekonomi AS tergantung dari uang yang dibelanjakan. Jika rakyat sudah tak punya uang, dua pertiga bagian dari aktivitas ekonomi berhenti bagai mobil mengerem mendadak.
Nah, itulah penyebab terjadinya krismon. Lalu bagaimana akibatnya?
Tentu amat memukul karena krismon menggerogoti rasa confidence (kepercayaan) sistem ekonomi. Padahal, ekonomi AS dibangun di atas landasan confidence ini.
Kalau penggerogotan terlalu lama, rakyat menarik dana dari pasar (uang, saham, kredit, dana pensiun, dan lain-lain) dan menyimpannya di bawah kasur. Itu sebabnya, bail out langkah yang wajar walau secara politis ia a necessary evil karena tak adil.
Para eksekutif Wall Street (seperti para taipan penerima BLBI) tak malu dibantu dana talangan. Dana 700 miliar dollar AS bersumber dari pajak yang dibayar 2.300 dollar AS oleh tiap orang.
Menurut perkiraan, dana yang dibutuhkan sedikitnya 2 triliun dollar AS. Apakah krismon bisa ditanggulangi, wallahu alam.
Harapan bertumpu pada Obama yang, sekali lagi, bisa memenangi pilpres berkat slogan ”it’s the economy, stupid!” Pilpres di sini mestinya berslogan ”it’s the poverty, stupid!”
Jumlah orang miskin yang hidup dengan uang kurang dari 1 dollar AS per hari telah melebihi 30 juta orang. Saya janji mau ”nyoblos” capres yang punya resep mengurangi jumlah orang miskin.
Tak usah ngomong berbusa-busa tentang NKRI, Pancasila, atau bahaya komunis lagi deh. Iya enggak sih?