Sunday, January 13, 2013


Ini yang kelihatan. Gimana kalau yang nggak kelihatan dan nggak kena hukuman? Kelihatannya berjalan dengan lancar saja. KPK dan LPSK melalui jalur 'hotline' atau 'call centre' dapat menjadi kanal menerus yang dapat memberikan keleluasan pelapor dalam memberikan korupsi 'invisible' dan 'untouchable'.

Pendekatan pengumpulan dana partai politik yang akan bersiap-siap untuk melakukan kampanye politik dengan cara korupsi kolusi dan nepotisme bisa dideteksi oleh segenap lapisan masyarakat untuk dihentikan.

Dua periode pemerintahan sekarang maupun wakil rakyat sekarang belum memberikan keyakinan agar tidak golput. Namun lebih memberikan kebenaran dan pembenaran untuk melakukannya. Transparansi individu dan kemauan menomorsatukan negara dan bangsa, belum terlihat dan mejadi aspirasi bernegara.

Jadi, untung guegolput!

Saturday, December 29, 2012

2013 Outlook

As usual, 2012 year end news on state budget started with low spending/absorption, but you will not be getting too much surprise if the very last week of the year (yes, last week of the year!) you see the number was dramatically reach nearly 100% spending/absorption.

Not sure what will be the new case in Q1-2013 that KPK will bring against this state budget spending/absorption... another Hambalang, Century, etc. But someone is for sure laughing at us, loud during New Year eve out there in extravagance vacation.

2013 is a promising year where everyone paved their milestone in 2012, business and politics. Everyone has their own contribution: ordinary Indonesian people, workers, politicians, businessmen, etc. and plans.

Property, commodity, retails, election, corruption, etc. blend driven by semi auto econo pilot by business communities. Birocrates and technocrates melted running out of opinion swallowed by practicals.

Hhhhmmmm luckily guegolput.

Wednesday, February 22, 2012

Faisal Biem for DKI #1

Akan menjadi suatu yang menarik tahun ini untuk melihat kemajuan pemerintah yang bersih, transparan dan berwibawa. Siapkah warga Jakarta untuk menjadi warganegara yang menghargai demokrasi? Masih silaukah saudara kita dengan janji dan materi? Mampukah mereka berkontribusi positif dengan berpartisipasi aktif dalam berkehidupan sosial: kesopanan berlalulintas, anti korupsi, menjaga kebersihan lingkungan, anti narkoba, bisa memelihara properti negara, mengerti dan mengamali kerukunan hidup antar agama?

Saturday, April 23, 2011

DPR Bawa Golok

Pernah dengan ungkapan orang Betawi? Jaka Sembung Bawa Golok... Gua yang Bingung atau Elu yang Goblok? Ha ha ha, silahkan pikir dan interpretasi sendiri. Memang begitulah adanya wakil-wakil rakyat kita di DPR. Nggak mau tahu dan bependirian aji mumpung. Nggak apa-apa nggak terpilih lagi di periode Pemilu yang akan datang, tapi yang penting sudah mendapatkan fasilitas dan materi yang cukup.
Tidak memilih mereka pada Pemilu yad tidaklah cukup. Mereka harus segera diturunkan dan keluar dari DPR...!

Sebelumnya, berbekal draf RUU Fakir Miskin yang masih setengah jadi, rombongan komisi VIII DPR bertolak ke Australia dan China. Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Gondo Radityo Gambiro bertolak ke Australia dan China pada hari Minggu (17/4). Rombongan akan melakukan tour ke dua negara tersebut hingga 24 April 2011.

Tidak ketinggalan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR pun ikut melawat ke Amerika Serikat dan Inggris. Kunjungan ke Amerika dan Inggris yang dilakukan BURT DPR dijadwalkan di awal bulan Mei 2011.

Komisi I DPR juga melakukan kunjungan ke Amerika Serikat 1-7 Mei 2011 dengan menghabiskan anggaran Rp 1.405.548.500.

Mau lihat kelakuan mereka sebelumnya? Lihat di http://www.kaskus.us/showthread.php?p=376737875


Saturday, November 21, 2009

PKK (opera van java: Pasukan Kasak Kusuk?)

Tayangan paling menarik yang pasti diminati dan diperhatikan para koruptor sebagai studi kasus dan studi banding pada akhir ini lumayan ramai. Dan yang paling hebat, semua tayangan benar2 dikejar deadline.

Semuanya berawal dari komunikasi janji pemimpin negeri ini. Mulai dari pengumuman adipati2 republik ini, pembentukan tim 8, sampai dengan janji berikutnya sd tanggal 23-Nov nanti.

Jangan dipaksa, katanya. Lah wong yang maksa siapa? Yang bikin janji siapa?

Petinggi2 itu benar sudah keterlaluan. Kalau saja negara ini kita persempit menjadi sebuah keluarga. Bagaimana anak2nya tidak melakukan cara2 singkat agar dapat cepat kaya kalau sang bapak dengan kekuasaan dan kemakmuran yang dimiliki memberikan contoh yang salah. Lah wong jenderal saja mobil dan rumahnya banyak masa kolonel nggak boleh punya.

Kesenjangan kesejahteraan bangsa ini dengan sengaja dibuat oleh aktor2 politik penguasa republik ini. Lalu mengharapkan agar kesejahteraan dan kemakmuran terjadi juga di pelosok desa?

Cobalah sesekali datang tanpa jadwal protokoler, rombongan, armada kendaraan, dan gangguan lainnya ke desa terpencil di Sumatera Selatan atau Jawa Timur sana. Bawalah kesiapan untuk mendengar dan bersama memberikan pencerahan agar kemajuan bisa dirasakan bersama. Dan jangan juga terus dilupakan. Sudah berapa banyak proyek digelontorkan tapi tidak pernah diteruskan dan tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Mana pendidikan, mana panganan, mana perumahan untuk rakyat?

Jembatan Selat Sunda? Proyek Pembangkit Listrik 10000 MW jilid ke-2? Rakyat masih miskin bung. Jangan hambur2kan uang. Ferry yang ada aja belum maksimum. Lihat contoh negara2 Skandinavia, mereka terpisah tapi bersatu untuk urusan transportasi. Masih nggak ingat motto nenek moyang kita? Laut itu alat pemersatu bangsa, bukan pemisah!

Terus masih mau bikin pembangkit buatan China? Yang dijilid ke-1 pun masih banyak yang belum jalan dan nggak ketahuan juntrungan rentability-nya? Masih nggak sadar kalau kita mesti perhatikan efek rumah kaca, lingkungan, polusi, dlsb. Memangnya pembangkit murah aman lingkungan?

He he he, moga2 gua salah. Dan moga2 gua nggak tetep golput 4 tahun lagi.

Friday, March 13, 2009

GUS DUR: Jangan Pilih PKB!

Like father like daughter... pernah lihat poster caleg dengan cara mencantumkan gambar anaknya atau bapaknya? Yang ini nggak ada bedanya. Cuman "lebih elegan" kalau kita pakai istilah Amien Rais. Hebatnya, blok ini juga dapat kampanye gratis. Iyah, ada opsi golput loh buat pengikut Gus Dur.

Hehehe... gue tetep Golput!!!

Sekretaris Jenderal Gerakan Kebangkitan Rakyat atau Gatara Indonesia Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid, meminta para pendukung Gus Dur untuk tidak memilih Partai Kebangkitan Bangsa pada Pemilu 2009. Penyebabnya masih terkait konflik internal partai tersebut.

"Sebarkan kepada anak, menantu, atau orang tua bapak-ibu untuk prei dulu nyoblos (memilih) PKB pada Pemilu sekarang. Dulu, Gus Dur sangat membela dan mendengarkan keluhan rakyat. Sekarang saatnya gantian kita membela Gus Dur," ujar Yenny dalam orasinya pada deklarasi Gatara Indonesia wilayah Jawa Barat, di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (1/3).

Pada kesempatan itu, Yenny mengimbau kader PKB yang setia kepada Abdurrahman Wahid atau Gusdur, tidak memilih PKB pada Pemilu 2009. Sebab, mengacu pada konflik internal partai, PKB pimpinan Muhaimin Iskandar dianggap telah menggusur Gus Dur dari rumahnya.

Yenny menjelaskan, karena pengikut Gus Dur diarahkan tidak memilih PKB, maka suara PKB Gus Dur diperbolehkan memilih partai-partai lain. Opsinya ada dua, golput atau memilih partai lain. Adapun partainya, diserahkan masing-masing kader atau mengikuti rencana koalisi PKB Gus Dur di tiap kabupaten/kota.

"Suaranya diarahkan ke partai lain, bergantung koalisi lokal di masing-masing daerah. Tidak ada koalisi nasional. Bisa dengan PDI-P, PPP, atau dengan Gerindra. Yang penting tidak nyoblos PKB," tambah Yenny.

Wednesday, October 8, 2008

Conditional Election - jawabannya IYA!!!

Cuplikan artikel POLITIKA dari KOMPAS dengan judul asli "Saya "Nyoblos" kalau..." tanggal Selasa, 7 Oktober 2008 01:53 WIB oleh Budiarto Shambazy

Ekonomi Amerika Serikat menjalani ekspansi terpanjang pada era Presiden Bill Clinton (1992-2000). Ia mewarisi surplus perdagangan 237 miliar dollar AS (2000) dan membuka 22 juta lowongan kerja.
Pengangguran mencapai tingkat terendah dalam 30 tahun, dari 6,9 persen (1993) ke 4 persen (2000). Tingkat inflasi juga berada di tingkat terendah sejak era Presiden John F Kennedy, yakni rata-rata 2,5 persen.
Pertumbuhan rata-rata 4 persen per tahun selama 116 bulan—tertinggi dalam sejarah. Jumlah orang miskin berkurang 7 juta dari 15,1 persen (1993) ke 11,8 persen (2000), pertama kalinya terjadi dalam 30 tahun.
AS pengutang terbesar di dunia yang di awal masa Clinton berjumlah 5,3 triliun dollar AS. Pada akhir masa jabatan ia menurunkannya 0,2 persen dari 5,769 ke 5,638 triliun dollar AS.
Ekspansi yang menyejahterakan 100 juta kelas menengah itu menguap setelah George W Bush terpilih tahun 2000. Selama 8 tahun Bush menggandakan jumlah utang menembus 10 triliun dollar AS per 30 September 2008.
Jumlah 10 triliun dollar AS itu 69 persen dari produk domestik bruto (PDB), angka yang tertinggi sejak 1955. Penyebab kenaikan itu adalah, pertama, tabiat Bush yang gemar mengurangi pajak bagi kelompok kaya.
Kedua, utang akibat invasi ke Irak yang telah menghabiskan 600 miliar dollar AS. Dan, ketiga, Bush gagal mengawasi ketat praktik bisnis kongkalikong dan patgulipat para eksekutif Wall Street.
Contohnya Enron yang bangkrut dan memperoleh perlakuan istimewa digelontori dana talangan dari pemerintah. Ternyata, Enron menerapkan praktik bisnis ilegal—termasuk menyuap orang-orang Bush dan melakukan insider trading.
Seperti Bush, capres dari Partai Republik, John McCain, sami mawon. Ia mendukung kebijakan Bush memberikan potongan pajak bagi kalangan kaya.
McCain sejak awal mendukung pemborosan anggaran untuk mengobrak-abrik Irak. McCain pun, yang tak punya resep jitu mengawasi Wall Street, gagal memprediksi terjadinya krismon.
Ibarat sepak bola, McCain melakukan ”bunuh diri” pada 15 September lalu dengan mengatakan ”ekonomi AS secara fundamental bagus”. Pada hari yang sama, Lehman Brothers dinyatakan bangkrut.
Capres Barack Obama benar mengatakan McCain out of touch dengan kelas menengah. Maklum, McCain punya sembilan rumah/apartemen dan beristrikan pewaris pabrik bir raksasa, Miller.
Berbeda dengan Obama yang ibunya sempat nganggur hingga terpaksa ikut antrean kupon makanan gratis jatah dari pemerintah. Berbeda dengan McCain, Obama tanggap mengantisipasi krismon.
Tanggal 22 Maret 2007 ia menyurati Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke dan Menkeu Henry Paulson. ”Saya minta Anda segera mengadakan KTT kepemilikan rumah dengan bank, investor, lembaga pemberi kredit, pelindung konsumen...,” kata Obama memperingatkan.
Andai Bernanke dan Paulson menanggapi peringatan Obama, krismon tak mustahil terhindari. Pemicu krismon sudah jelas, yakni foreclosure (rakyat tak mampu bayar cicilan utang rumah).
Foreclosure yang mulai menggejala hampir dua tahun lalu disebabkan kegagalan Bush melanjutkan ekspansi ekonomi Clinton. Jika diindonesiakan, gelar MBA yang dipunyai Bush lebih pantas disebut ”mémblé ajé”....
Misalnya, inflasi beberapa tahun terakhir ini mencapai rata-rata 5,4 persen; Clinton rata-rata 2,5 persen. Tingkat pengangguran per Agustus 6,1 persen dan diperkirakan melonjak sampai 7 persen di akhir 2008.
Sejak Januari, PHK rata-rata 76.000 per bulan. Padahal, angkatan baru yang butuh pekerjaan mencapai 100.000 per bulan—akibatnya terjadi minus 176.000 lowongan.
Selama 2008 ini total sudah 650.000 karyawan terkena PHK. Sampai Agustus jumlah penganggur 9,4 juta orang, naik dari 7,1 juta orang pada bulan yang sama tahun lalu.
Celakanya, ekonomi AS tergantung dari uang yang dibelanjakan. Jika rakyat sudah tak punya uang, dua pertiga bagian dari aktivitas ekonomi berhenti bagai mobil mengerem mendadak.
Nah, itulah penyebab terjadinya krismon. Lalu bagaimana akibatnya?
Tentu amat memukul karena krismon menggerogoti rasa confidence (kepercayaan) sistem ekonomi. Padahal, ekonomi AS dibangun di atas landasan confidence ini.
Kalau penggerogotan terlalu lama, rakyat menarik dana dari pasar (uang, saham, kredit, dana pensiun, dan lain-lain) dan menyimpannya di bawah kasur. Itu sebabnya, bail out langkah yang wajar walau secara politis ia a necessary evil karena tak adil.
Para eksekutif Wall Street (seperti para taipan penerima BLBI) tak malu dibantu dana talangan. Dana 700 miliar dollar AS bersumber dari pajak yang dibayar 2.300 dollar AS oleh tiap orang.
Menurut perkiraan, dana yang dibutuhkan sedikitnya 2 triliun dollar AS. Apakah krismon bisa ditanggulangi, wallahu alam.
Harapan bertumpu pada Obama yang, sekali lagi, bisa memenangi pilpres berkat slogan ”it’s the economy, stupid!” Pilpres di sini mestinya berslogan ”it’s the poverty, stupid!”
Jumlah orang miskin yang hidup dengan uang kurang dari 1 dollar AS per hari telah melebihi 30 juta orang. Saya janji mau ”nyoblos” capres yang punya resep mengurangi jumlah orang miskin.
Tak usah ngomong berbusa-busa tentang NKRI, Pancasila, atau bahaya komunis lagi deh. Iya enggak sih?